29 Aug 2016

Bercerita dengan Alat Peraga

Bercerita dengan Alat Peraga - Hola semuanya! Kembali bersama gue yang sudah tidak galau lagi akibat nilai-nilai siswa gue yang di luar ekspektasi kemarin dan mengakibatkan gue merasa menjadi guru yang gagal (Baca Juga: Kegagalan Seorang Guru). Gue kesampingkan dulu kegalauan gue itu biar bisa dengan optimal ketemu dengan siswa-siswa gue di kelas sehingga tercipta kelas yang menyenangkan pagi ini.

Bercerita dengan Alat Peraga
Bercerita dengan Alat Peraga

Omong-omong, tentang kelas yang menyenangkan, pagi ini gue sedang duduk di kelas sambil memantau siswa gue berkreasi dengan beberapa barang-barang yang mereka bawa dari rumah. ada yang bawa kotak sepatu bekas, karton, tusuk sate, origami, kokoru, dan lain-lain. Dengan antusiasnya mereka nonton video yang gue tayangkan; video berceritanya Kak Rico yang pendongeng itu. Gue bisa lihat dari kilat mata mereka yang sudah tidak sabar mengerjai alat-alat yang mereka bawa sehingga terbentuk peralatan tempur untuk bercerita dengan alat peraga.

Iya, materi kali ini tentang bercerita dengan alat peraga. Materi yang gue harapkan bisa membuat mereka semangat dan senang di kelas. Dan nyatanya, alhamdulillah mereka antusias. Berikut ini gue akan share beberapa tips untuk materi bercerita dengan alat peraga di kelas tujuh kurikulum KTSP.

Bagi Kelas Menjadi Beberapa Kelompok Kecil
Dua tahun sebelumnya, gue selalu menitikberatkan materi ini dengan kemampuan anak berbicara secara individu. Mereka gue paksa pelan-pelan untuk bisa bicara di depan rekan-rekannya sambil bercerita dengan alat peraga. Beberapa bisa melalui hal tersebut dengan mudah, beberapa tidak.

Untuk anak usia 11-12 tahun, mungkin bicara di depan orang banyak dengan penuh perhatian dari audiens adalah hal yang sulit. Mereka kebanyakan gugup dan akhirnya tidak bisa bicara dnegan jelas atau bahkan lancar. Jadi, untuk menyiasati hal ini, gue membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil. Selain agar mereka bisa lebih mengurangi rasa gugur, juga bisa mengefisiensi biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat atau membeli alat peraga. Dengan demikian, gue berharap mereka bisa lebih luwes saat tampil dan dapat memberikan performa terbaiknya dengan alat peraga yang sesuai.

Berikan Contoh
Sampai tahun lalu, gue juga masih canggung untuk menunjukkan bakat gue di bidang kebahasaan ke siswa gue. Padahal, tidak jarang mereka megelu-elukan nama gue untuk bisa memberikan contoh bagaimana seharusnya cara berbicara ataupun praktik membaca puisi. Tapi tahun ini, gue akan berusaha sebaik mungkin memberikan contoh untuk mereka.

Untuk materi sebelumnya, misalnya, gue membacakan dongeng atau cerita anak untuk mereka dengarkan. Gue sendiri yang berdiri di depan, lalu membuat tiruan bunyi kodok, bunyi burung, bunyi pohon, dan sebagainya saat membacakan cerita. Dengan demikian, siswa gue merasa lebih percaya diri untuk tampil di depan temannya. Bukannya apa, mereka pasti berpikir kalau gue saja yang gurunya tidak bagus-bagus amat tuh saat praktik, jadi mungkin mereka merasa gue akan memaklumi apapun hasil usaha mereka. Dan ya, itu benar sekali.

Memberikan Apreasiasi
Untuk para pendongeng ahli seperti kak Rico yang sering tambil di acara HomPimPa Global TV, mungkin bercerita dan berdongeng adalah suatu yang mudah. Tapi buat gue yang minim pengalaman, hal itu tentu saja masih sering membuat gue salah tingkah. Jadi, karena gue merasa kemampuan gue juga tidak terlalu bagus, gue akan mengapreasiasi apapun hasil siswa gue yang sudah berusaha.

Mereka sudah berani maju ke depan, gue sudah berikan satu poin. Mereka sudah bisa bercerita meski suaranya tidak cukup terdengar ke seluruh ruanga, gue juga berikan poin. Artinya, gue tidak menjudge mereka buruk atau bagus. Tapi gue berusaha menanamkan karakter kepercayaan diri, saling menghargai, dan toleransi.

Nah, gue rasa itu saja yang bisa gue bagi untuk materi Bercerita dengan Alat Peraga kali ini. Gue harap dipertemuan selanjutnya, mereka bisa praktik bercerita dengan sebaik yang mereka bisa. I love you all, Siswas! 

Hayo, mau komen apa coba?

Link aktif akan langsung ditandai sebagai spam, sebagai alternatif bisa pilih comment as menggunakan Nama/URL ya :)
EmoticonEmoticon