12 Dec 2016

Cara Belajar Sastra dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah

Cara Belajar Sastra dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah - Duh, disuruh bikin puisi, susah kalau nggak bakat! Tentu pernah mendengar kalimat yang mirip dengan kalimat tersebut, bukan? Atau bahkan, jangan-jangan Kamu salah satu orang yang pernah mengatakannya saat dapat pekerjaan rumah untuk membuat puisi saat duduk sebagai pelajar kelas satu sekolah menengah pertama? Hayo, ngaku saja!
Cara Belajar Sastra dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah
Cara Belajar Sastra dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah
Perkara bakat atau tidaknya membuat puisi jangan dipikirkan dulu, sebab, yang saya tahu, anak-anak memang agak sulit diajak untuk mempelajari sastra yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia di sekolah bukan karena bakat atau tidaknya mereka, tapi karena malas. Entah malas karena memang tidak suka, susah paham, atau justru karena merasa pelajaran sastra di sekolah tidak memiliki nilai kebermanfaatan bagi keberlangsungan hidup mereka di masa yang akan datang. Lha terus gimana ndak susah kalau malesnya sudah daftar duluan sebelum mencoba! 

Kamu harus percaya, sugesti yang kamu berikan pada diri sendiri itulah yang sebenarnya membuat pembelajaran sastra menjadi menyenangkan atau tidak. Hal ini tentunya juga bisa diaplikasikan dalam aspek apapun dalam kehidupanmu. Sugesti berperan penting dalam membentuk sudut pandang atau pikiranmu tentang sesuatu.

Satu hal terpenting dalam pembelajaran sastra di sekolah adalah kemampuan diri untuk mengenali dirimu sendiri. Karena yang menjadi titik berat dalam pembelajaran sastra bukan betul atau salahnya kata yang kamu pakai, atau banyak sedikitnya majas yang kamu gunakan di dalamnya, melainkan interpretasi. Karena dengan mengenal diri sendiri, interpretasimu terhadap kehidupan--sebagai objek sastra--akan menjadi interpretasi yang mengandung kejujuran dan ketulusan. Oleh sebab itu, sebuah karya sastra bisa menginterpretasikan kehidupan pengarangnya pula--meskipun jujur saya katakan, perihal mengenai interpretasi ini yang menjadikan pembelajaran sastra di sekolah tidak memiliki tolok ukur yang jelas.

Nah, kalau Kamu sudah paham megenai ihwal interpretasi di atas, maka Kamu seharusnya juga sudah tahu bahwa pembelajaran sastra itu begitu mudah dan menyenangkan. Dalam kesempatan ini, saya akan berbagi beberapa tips yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran sastra di sekolah agar Kamu tidak lagi menciptakan sugesti yang buruk tentang sastra dan gurumu akan sangat senang menyambut antusias belajarmu.

  1. Siswa harus memiliki keterbukaan terhadap ilmu yang belum dipahami dan atau tidak diminati, maka seorang guru seharusnya paham, tidak semua siswa akan mudah menyerap ilmu yang tidak atau belum mereka pahami.
  2. Siswa harus berani memberikan pendapat yang jujur ketika menilai sesuatu untuk menjadikan interpretasinya mengandung kejujuran dan ketulusan, maka seorang guru harus menerima bahwa pendapat setiap siswa mungkin berbeda dengan pendapat yang guru inginkan dari siswanya.
  3. Siswa harus belajar mandiri untuk mengambil keputusan tentang interpretasinya terhadap objek sastra, maka guru seharusnya mengerti, setiap interpretasi yang disampaikan oleh siswa telah melewati tahap proses berpikir untuk mengenali dirinya sendiri.
  4. Siswa harus belajar untuk berimajinasi, keluar dari zona aman--out of the box--sehingga mampu menjadi kreatif, maka guru pun harus ingat, imajinasi adalah sebuah potensi kebaikan.
Kalau Kamu bisa mengaplikasikan keempat hal tersebut, maka kamu sudah selangkah lebih dekat dengan mengenali dirimu sendiri. Mengenali potensi, cita-cita, dan prinsip yang akan Kamu pegang dalam hidup, hingga hidupmu akan jadi lebih terarah. [AidaBasita]

Hayo, mau komen apa coba?

Link aktif akan langsung ditandai sebagai spam, sebagai alternatif bisa pilih comment as menggunakan Nama/URL ya :)
EmoticonEmoticon