13 Dec 2016

Cara Menulis Resensi dan Contoh Resensi Novel

Cara Menulis Resensi dan Contoh Resensi Novel - Untuk Kamu pelajar sekolah menengah atas, mestinya pernah atau sedang mendapatkan tugas untuk menulis sebuah resensi dari novel yang telah dibaca. Saya sendiri, pernah menugaskan siswa kelas XI (2 SMA) menulis sebuah resensi dari novel yang mereka baca. Hal ini tentu saja tertuang dalam silabus semester ganjil pembelajaran Bahasa Indonesia, standar kompetensi nomor 8 dan kopetensi dasar 8.1 Mengungkapkan prinsip-prinsip penulisan  resensi, dan 8.2 Mengaplikasikan prinsip-prinsip penulisan resensi.

Baca juga: Cara Belajar Sastra dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah

Cara Menulis Resensi dan Contoh Resensi Novel
Cara Menulis Resensi dan Contoh Resensi Novel
Oke, sebelum melangkah lebih jauh bagaimana cara menulis resensi, kita akan bicarakan sedikit tentang resensi. Iya, betul sekali, resensi secara umum diartikan sebagai penilaian tentang kelayakan sebuah karya, baik berupa buku, lukisan, musik, ataupun film. Karena resensi ini berisi sebuah penilaian, maka sudah selayaknya, Kamu mengetahui bahwa di dalam sebuah karya terdapat unsur-unsur pembangun (intrinsik dan ekstrinsik) yang bisa kita analisa dan berikan penilaian.

Apa itu Resensi?

Secara garis besar, sebuah resensi menampilkan penilaian mengenai isi karya dari dua unsur pembangunnya. Baik dari segi kelemahan, atau sebaliknya, dari segi kelebihannya. Hal ini menjadi pembanding apakah kemudian karya ini layak dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya, atau layak untuk dimanfaatkan dalam bidang tertentu, pembelajaran di sekolah misalnya. Jadi, sekarang harusnya Kamu paham dong, ada apa saja di dalam sebuah resensi? Berikut ini adalah sebuah contoh resensi novel yang ditulis oleh salah satu siswa saya. Silakan menyimak 😊

Terhanyut dalam Konflik Negeri

Judul : Negeri di Ujung Tanduk
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Tebal Buku : 2,2 cm
Jumlah Halaman : 360 halaman
Edisi / Cetakan : Cetakan Kedelapan ( Maret 2015 )
ISBN : 978 - 979 - 22 - 9429 – 3

Novel  ini merupakan sekuel dari novel Negeri Para Bedebah. Novel ini menurut saya memiliki bermacam genre di dalamnya. Novel ini menceritakan perjuangan yang dilakukan oleh seorang lelaki bermata sipit yang tengah berjuang menyelamatkan hidupnya dari ancaman para mafia hukum. Pekerjaannya lah yang membuat dirinya diincar oleh banyak pihak. Thomas, tokoh utama dalam novel ini digambarkan sebagai orang yang berpenampilan layaknya eksekutif muda. Lalu, Maryam yang merupakan wartawan juga ikut terlibat dalam kasus ini.

Novel ini juga menyinggung masalah-masalah politik yang ada di Indonesia. Pengarang novel ini seperti ingin mengkritik para koruptor yang ada di negeri ini lewat tulisannya. Tokoh utama dalam novel ini merupakan seorang merupakan seorang konsultan politik yang cerdas.

Konspirasi politik merupakan tema dari novel ini. Kita seakan diajak untuk memahami dunia politik yang masih abu-abu. Novel Negeri di Ujung Tanduk juga bercerita tentang siasat, intrik dan kejelian. Intrik itu berawal ketika klien politiknya ditahan atas tuduhan korupsi. Sebagai konsultan politik terpercaya, Thomas segera bertindak untuk menyelamatkan kliennya dari segala tuduhan. Thomas tau, kliennya tidak bersalah sedikit pun dan ini hanyalah jebakan agar kliennya tidak bisa mencalonkan diri sebagai kandidat calon presiden pada pemilu mendatang.

Novel ini menarik untuk dibaca karena sentuhan kata-kata yang berhubungan dengan politik. Terdapat nama Najwa Shihab dalam novel ini yang merupakan seseorang yang benar ada dalam dunia nyata. Novel ini membuat kita membayangkan bagaimana keadaan politik negeri ini. Novel ini bagaikan sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang untuk para pembaca. Banyak kejadian yang memang benar adanya, sisanya merupakan imajinasi dari sang penulis yang mungkin terjadi.

“Selalulah menjadi anak muda yang peduli, memilih jalan suci penuh kemuliaan. Kau akan menjalani kehidupan ini penuh dengan kehormatan seorang petarung.”

Kutipan diatas salah satu kutipan yang dapat memotivasi saya sebagai kaum muda untuk menjadi seorang hebat dengan cara yang baik. Secara keseluruhan, ketika saya membaca novel ini. Saya ikut terhanyut dalam alur ceritanya. Seakan akan imajinasi saya terus bekerja membayangkan segala aksi heroik yang dilakukan oleh tokoh utama. Novel ini sangat menarik untuk dibaca. [Alvian]

Unsur-unsur Resensi

🎐 Identitas buku (ditambah gambar sampul depan buku)
🎐 Sinopsis singkat
🎐 Analisa unsur intrinsik
🎐 Kelemahan dan kelebihan buku
🎐 Simpulan (kelayakan buku)

Poin-poin yang mengupas tentang kelemahan dan kelebihan buku adalah hal yang paling penting dan tidak boleh luput untuk diulas. Karena dari kelemahan dan kelebihan tersebut, calon pembaca akan menyimpulkan apakah buku tersebut layak untuk dimiliki dan dibaca. [Aida]

Hayo, mau komen apa coba?

Link aktif akan langsung ditandai sebagai spam, sebagai alternatif bisa pilih comment as menggunakan Nama/URL ya :)
EmoticonEmoticon