6 Dec 2016

Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Pendidikan Setinggi-tingginya

Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Pendidikan Setinggi-tingginya - Jangan kaget, saat ini keadaan otak saya sedang waras dan kewarasan ini membuat saya lumayan berpikir banyak. Mungkin bahasan ini membosankan bagi beberapa pihak, tapi saya tetap akan menuliskannya.
Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Pendidikan Setinggi-tingginya
Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Pendidikan Setinggi-tingginya

Sejarah yang digoreskan muslim pada Aksi Bela Islam beberapa waktu lalu membuat saya sadar bahwa masih banyak muslim Indonesia yang masih mencintai Rasul-Nya, mencintai Alquran-Nya, mencintai Islam, dan juga secara tidak langsung mencintai Allah swt. Meski saya tidak menjadi saksi langsung peristiwa ini di Jakarta dan hanya bisa mengikutinya via streaming, karena pada saat yang bersamaan saya memiliki kewajiban yang juga harus saya laksanakan, saya sesekali menitikkan air mata oleh apa yang kaum muslim lakukan demi agamanya.

Banyak pihak yang menyindir, memaki, bahkan mem-bully apa yang dilakukan kaum muslim untuk membela Islam dari penistaan agama yang telah dilakukan oleh seorang pejabat (pemimpin daerah), tai yang membuat sedih adalah kenyataan bahwa cacian dan makian itu juga datang dari kaum sesama muslim. Tentu di kesempatan ini saya tidak bermaksud untuk debat kusir mengenai orang-orang yang mem-bully upaya bela agama yang dilakukan pada 4 November dan 2 Desember lalu apalagi kepada saudara seiman saya, sesama muslim. Saya hanya mendoakan semoga Allah segera memberikan hidayah kepada mereka semua.

Lalu, apakah hubungan kilasan peristiwa di atas dengan judul 'Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Pendidikan Setinggi-tingginya' yang saya buat? Tentu, akan saya bahas kemudian. Tapi sebelumnya, dari peristiwa bela Islam itu, saya jadi sangat antusias untuk lebih memahami tentang agama saya sendiri. Memahami bahwa Alquran sebenar-benarnya pedoman hidup yang sebagaimana Baginda Muhammad pesankan sebelum ia wafat. Membuat saya lebih meyakini lagi dan lagi bahwa Islamlah agama rahmatan lil alaamiin, beserta Alquran dan Hadits sebagai pedomannya.

Karena kejadian aksi bela Islam itu pula, saya jadi banyak membaca, mencari berita, menelaah pesan-pesan yang disampaikan para ulama dalam kotbahnya, meski sebenarnya ilmu saya belum cukup untuk paham segalanya hingga membuat kepala berkunang-kunang, dan berusaha membaca tanda-tanda. Alangkah mengerikannya Indonesia yang sejak puluhan tahun silam menjadi target transformasi agama tertentu dengan segala cara, baik budaya, politik, juga cara-cara lainnya yang--saya rasa--amat keji.

Kengerian terhadap usaha-usaha transformasi itulah yang membuat saya merasa bahwa perlunya kita mengenyam pendidikan hingga jenjang tertinggi adalah agar kita sebagai manusia bisa berpikir dengan jernih untuk mengolah informasi yang kita dapat, termasuk untuk mengolah informasi yang kita dapat dari ajaran agama. Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan pemahaman agama yang kuat akan membuat hidup kita lebih tentram dan bermakna. Dengan pemahaman agama yang kuat, kita memiliki pedoman hidup yang tidak akan menyesatkan kita kepada pembodohan-pembodohan dan kebohongan-kebohongan yang dilakukan oleh sebagian kaum-kaum yang dalam sunatullah, disebutkan bahwa mereka tidak akan pernah suka kepada kaum muslim sampai saat muslim itu mengikuti mereka. Nauzubillah.

Islam sendiri adalah agama yang selalu menyebutkan bahwa Allah menyukai orang-orang yang berpikir, sekaligus menyatakan bahwa apa yang disampaikan dalam ajaran agama Islam, adalah segala sesuatu yang bisa diterima oleh akal manusia. Semuanya diciptakan Allah sesuai dengan kemampuan manusia yang diciptakan sempurna dibanding mahluk Allah lainnya. Kalaupun ada hal-hal yang belum bisa diterima oleh akal pada saat ini, kemungkinan dapat diterima akal sangat besar di masa-masa yang akan datang. Maka menurut saya yang awam ini, memahami agama, adalah alasan mengapa kita membutuhkan pendidikan setinggi-tingginya.

2 comments

Ya mba, apalagi belajar sejarah islam... Aku masih jauh banget ilmunya.,

Sama Mba, saya juga sedang membuka kembali memori ajaran agama yang pernah disampaikan oleh guru-guru ngaji saya saat saya kecil dulu. Kalau dulu mungkin belum paham, barangkali sekarang bisa sedikit lebih paham :)

Hayo, mau komen apa coba?

Link aktif akan langsung ditandai sebagai spam, sebagai alternatif bisa pilih comment as menggunakan Nama/URL ya :)
EmoticonEmoticon