14 Apr 2017

Penjelasan Ilmiah Tentang Perilaku Introvert

Penjelasan Ilmiah Tentang Perilaku Introvert di Tempat Kerja dan dalam Sebuah Hubungan - Salah satu bahasan yang saya tidak pernah merasa bosan ketika membacanya adalah topik kepribadian dan jenis-jenisnya. Saya harap yang suka mampir ke blog ini juga memiliki kesamaan tentang hal ini, jadi kalian tidak akan cepat bosan karena dalam beberapa waktu dekat ini, saya akan lebih sering menulis tentang kepribadian.

Penjelasan Ilmiah Tentang Perilaku Introvert
Penjelasan Ilmiah Tentang Perilaku Introvert

Apa yang kamu pikirkan jika saya menuliskan kata 'introvert'?
Jawabannya akan bervariasi, bisa saja kamu menjawab bahwa introvert adalah orang yang pemalu, pokoknya di mana saja mereka berada, mereka akan merasa malu melakukan apapun, termasuk bicara, sehingga tidak jarang orang-orang introvert dicap sebagai pendiam. Atau bisa jadi, kamu justru berpikir bahwa introvert adalah julukan yang diberikan kepada orang-orang yang merasa bahwa mereka terlalu unik untuk bisa dimengerti orang lain, sehingga mereka lebih suka menyendiri. Jika salah satunya adalah jawabanmu, maka percayalah, kedua hal itu tidak benar.

Orang-orang yang dikatakan sebagai introvert memang terlihat pendiam, tertutup, dan seringnya lebih emosional. Tapi, bukan kerarti mereka lebih suka sendirian dan menghabiskan waktu sendirian pula atau yang lebih sering kita sebut sebagai orang yang antisosial. Tidak, tentu saja tidak seperti itu.

Sebagai seorang yang merasa bahwa diri saya termasuk sebagai orang berkepribadian introvert, saya memiliki kehidupan sosial yang menyenangkan, beberapa teman dekat, dan saya suka menghabiskan waktu-waktu saya bersama mereka. Cuma, memang kadang-kadang semua hal itu menjadi sangat melelahkan buat saya. Baik melelahkan secara fisik atau secara mental.

Itu dia yang sering membuat orang introvert terlihat lebih suka menyendiri. Karena mereka butuh waktu untuk mengembalikan tenaga dan semangat mereka setelah kelelahan secara fisik dan mental. Mereka bisa saja duduk sendirian sambil menikmati cappuccino di coffee shop, atau di taman kota, atau justru mengurung diri di rumah sambil berleha-leha.

Penjelasan Ilmiah tentang Introvert

Perilaku yang sering kita lihat dilakukan oleh introvert ini, dijelaskan dengan baik oleh para ilmuan yang meneliti hal ini. Nah, yang perlu kita ingat adalah bahwa semua orang memiliki dopamin dan asetilkolin di otak: dua neurotransmiter yang berhubungan dengan rasa senang atau bahagia. Sayangnya, para ilmuan mengatakan bahwa orang-orang introvert mengandalkan asetilkolin--bahan kimia yang akan bereaksi baik dengan suasana yang tenang dan nyaman, termasuk salah satunya adalah memiliki me time yang berkualitas--sementara orang-orang ekstrovert merespons lebih baik pada dopamin yang memberi motivasi untuk mencari stimulus eksternal.

Hasil studi lain yang dilakukan tahun 2012, mengatakan bahwa introvert memiliki kecendrungan untuk sulit mengambil keputusan dan pikiran-pikiran abstrak karena sesuatu yang disebut gray-matter di area korteks prefrontal otak, sehingga membuat mereka lebih suka merenung sebelum membuat sebuah keputusan.

Introvert di Tempat Kerja
Orang-orang introvert tidak suka mencari atau bahkan mendapat perhatian dari orang lain dan mereka berpikir bahwa menyombongkan diri dengan lebih banyak menunjukkan kemampuan mereka kepada rekan kerja di kantor, sama artinya dengan mencari-cari perhatian atau popularitas. Bahkan orang-orang introvert tidak akan bersusah payah ingin terlihat baik di depan atasan.

Orang-orang introvert juga sering dicap sebagai orang yang lembut, padahal pada kenyataannya, mereka menganalisis apapun yang bisa diamati dan berasumsi dengan hasil pemikiran mereka. Lalu pada saat yang tepat, mereka akan berbicara berdasarkan apa yang telah mereka amati dan analisis. Itu kenapa ketika orang-orang introvert mulai berbicara, seringnya mereka memiliki pilihan kata yang tepat.

Introvert dalam Sebuah Hubungan Asmara
Jika kamu memiliki hubungan asmara dengan orang yang memiliki kepribadian introvert, terlebih jika kamu adalah seorang ekstrovert, mungkin kamu akan mengira bahwa pasanganmu tidak serius dengan hubungan yang sedang kalian jalani. Apa hal? Karena orang-orang introvert tidak komunikatif. Kamu bisa saja merasa bahwa pasanganmu tidak perhatian atau tidak peka. Tapi bukan berarti mereka tidak serius dengan hubungannya.

Bahkan, orang-orang introvert akan ebih cenderung menjadi seorang yang setia dalam menjalani hubungan dengan orang lain. Mereka akan dengan hati terbuka mendengarkan apapun yang ingin kamu katakan karena mereka suka mengamati dan memperhatikan sesuatu yang bisa dianalisis. Mereka akan mencoba memahami situasi orang lain, termasuk keinginan dari pasangannya.

Referensi artikel: Individual Differences in Amygdala-Medial Prefrontal Anatomy Link Negative Affect, Impaired Social Functioning, and Polygenic Depression Risk dan LifeHack

Nah, kalau kamu punya teman dekat, rekan kerja, atau pasanganyang termasuk introvert, maka berbahagialah. Mereka tipe yang bisa dipercaya dan bisa melakukan apapun untuk orang yang mereka percayai. Hayo, siapa yang mau berteman dengan saya? 😃


5 comments

Wah ... jadi itu ya penjelasan ilmiahnya. Terimakasih :)

Terima kasih kembali? Introvert? :D

Wah keren bahasanya karena yang nulis mengategorikan dirinya sebagai introvert... jadi lebih paham sekarang.

Begitulah Bu, saya introvert :>)

meskipun sudah dijelaskan ekstrovert juga sulit memahami

dicap sombong tidak mau bergaul pendiam lah

Hayo, mau komen apa coba?

Link aktif akan langsung ditandai sebagai spam, sebagai alternatif bisa pilih comment as menggunakan Nama/URL ya :)
EmoticonEmoticon