9 Apr 2017

Tiga Hal yang Tidak Diketahui Orang Banyak Tentang Seorang yang Narsis

Tiga Hal yang Tidak Diketahui Orang Banyak Tentang Seorang yang Narsis - Siapa yang tak pernah dengar kata narsis? Saya percaya semua orang pernah dengar bahkan menggunakan kata tersebut. Tapi tahukah Kamu apakah narsis sebenarnya? Karena sejatinya, kata narsis itu sendiri bukanlah kata baku di dalam bahasa Indonesia.

Tiga Hal yang Tidak Diketahui Orang Banyak Tentang Seorang yang Narsis
Tiga Hal yang Tidak Diketahui Orang Banyak Tentang Seorang yang Narsis

Narcissism dalam bahasa Inggris atau narsisme dalam bahasa Belanda adalah padanan kata sekaligus interpretasi terhadap orang yang berlebihan dalam mencintai diri sendiri, dan orang yang mengalami gejala ini berikutnya akan kita disebut sebagai narsisis dari kata narcicist. Berikut ini adalah informasi tentang narsisis yang banyak orang tidak ketahui.

Pertama, DSM (The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) menyebut bahwa gejala ini (narsis) adalah sebuah kelainan kepribadian.

Tidak cukup dengan sebuah kelainan kepribadian, hal yang lebih mengagetkan adalah bahwa setiap orang memiliki ciri-ciri seorang narsisis. Nah, berikut ini berdasarkan situs terkemuka, Life Hack, beberapa tanda yang dimiliki oleh narsisis.
  • Merasa lebih unggul daripada orang lain. Seorang narsisis merasa bahwa mereka terlalu unik untuk dapat dimengerti oleh orang lain.
  • Tidak mau menunjukkan kelemahan diri kepada orang lain. Mereka takut pada apa yang orang lain pikirkan tentang mereka, sehingga para narsisis lebih memilih untuk bersikap bahwa mereka lebih baik dari orang lain dengan berusaha tidak menampilkan kekurangan apapun.
  • Tidak ingin menyadari perasaan dan kebutuhan orang lain. Satu-satunya yang mereka inginkan adalah menjadi sorotan dan perhatian orang banyak.
  • Pandai memanipulasi orang lain demi keuntungan diri sendiri. Dalam beberapa kasus, mereka tahu bagaimana cara memengaruhi orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Kedua, narsisis berpikir dan merasakan sesuatu dengan cara yang berbeda dari mereka yang bukan narsisis.

Seorang narsisis memiliki sudut pandang yang berbeda untuk bereaksi terhadap sebuah permasalahan. Zari Ballard dalam bukunya yang berjudul Narcissism in a Nutshell bahkan mencoba menjawab beberapa pertanyaan dengan sudut pandang para narsisis.

Apakah mereka sadar bahwa mereka termasuk seorang narsisis? 
Kami benar-benar tidak peduli pada apa yang orang lain rasakan. Kami menikmati tanggapan orang lain yang mengatakan bahwa kami orang yang dingin. Yang kami tahu, seorang narsisis tidak ingin berubah menjadi sesuatu yang lain. Bahkan banyak dari kami yang merasa bahwa kami tidak memiliki masalah apapun dengan kepribadian ini. Kami bisa memiliki kontrol tentang hidup kami dengan cara menjadi seorang narsisis. 
Apakah seorang narsisis paham tentang perbedaan antara yang salah dan yang benar?
Seorang narsisis paham betul mana yang salah dan benar seperti halnya paham tentang sebab-akibat. Maka mereka juga paham bahwa cara mereka dalam mengambil keputusan tentang segala hal ada kalanya menyebabkan masalah bagi orang lain. Tapi mereka tetap saja merasa acuh tak acuh dengan keadaan sosial di sekitar mereka.

Ketiga, cara efektif menghadapi seorang narsisis adalah dengan tidak berusaha mengubahnya.

Daripada berusaha mengubah pendirian dan pilihan mereka dalam bersikap, akan lebih baik jika kita bisa menerima mereka bagaimana mereka ingin diterima. Mereka tidak memiliki rasa bersalah pada orang lain, tapi mereka peduli apa yang orang lain pikirkan tentang mereka, oleh sebab itu, jika kita ingin menyadarkan bahwa mereka melakukan sebuah kesalahan, lebih baik memintanya untuk berpikir tentang apa yang orang lain pikirkan daripada meminta mereka untuk memikirkan apa yang orang lain rasakan.

Satu hal yang perlu kita ingat adalah sebuah hubungan sosial yang baik adalah yang saling menguntungkan. Sementara memiliki hubungan serius terhadap narsisis adalah hubungan di mana kita harus siap untuk terus mendukung mereka yang memiliki efek jangka panjang melelahkan. Jika mereka melakukan sesuatu yang mulai membuat kita merasa tidak nyaman atau bahkan mulai meragukan diri kita sendiri, maka kita tahu bahwa kita harus mulai menjauh. Nah, ssemoga informasi yang saya tuliskan kali ini bermanfaat bagi semua yang membacanya.

8 comments

saya tuh ngak terlalu suka selfie sih sebenarnya tapi kadang saat ada lomba blog yang menuntut ada foto selfienya saya jadi bingung krn di memory hp saya ngak banyak foto selfie heheh

aku tahu narsis pas belajar kuliah tentang psikologi abnormal mba hahaha

Ya Mba, kadang kan ada yang sampe 896 foto di galeri, selfie semua hehehehe... percaya dirinya keren :D

Wah seru banget tuh Mba Herva... jadi pengen sekolah lagi :D

Terima kasih infonya. Wah, ternyata narsis termasuk salah satu ganguan jiwa, jadi banyak dong orang gangguan jiwa di era melinea sekarang :D

Sangat menarik mbak...kdg ada org yg foto narsis diatas gedung bertingkat lantai atas bahaya bgs.

Sepertinya memang begitu Mba Yelli, generasi penuh gangguan hehehehe =D

Nah yang seperti ini gangguan kepribadian yang membahayakan ya Mba, cuma karena ingin dilihat orang lain keren, ingin dianggap lebih kece dari yang lain sampai nekat ambil risiko yang tidak perlu :-s

Hayo, mau komen apa coba?

Link aktif akan langsung ditandai sebagai spam, sebagai alternatif bisa pilih comment as menggunakan Nama/URL ya :)
EmoticonEmoticon