12 Sep 2017

Flash Blogging Bandarlampung Ajak Blogger Lampung Peduli Masalah Stunting di Indonesia

Flash Blogging Bandarlampung Ajak Blogger Lampung Peduli Masalah Stunting di Indonesia - Apa yang pernah kamu bayangkan bila menyebut kata stunting? Mungkin tak banyak diantara kita yang bisa menjawab apa sih stunting itu. Walaupun terdengar ala bahasa bule, namun tahukah kamu bila ternyata stunting merujuk pada masalah kesehatan serius yang lebih cenderung menyerang anak-anak dan tahukah Anda bila Indonesia termasuk salah satu negara dengan penderita stunting tertinggi di dunia, mengejutkan bukan?

Berkaitan dengan masalah stunting yang dihadapi Indonesia, maka pemerintah, melalui Kominfo mengadakan Flash Blogging alias seminar yang menggandeng blogger Bandarlampung sebagai usaha untuk mensosialisasikan gerakan masyarakat untuk hidup sehat dalam upaya penurunan prevalensi stunting, pada tanggal 12 September 2017.

Nah, dari Flash Blogging ini, maka saya akan mencoba berbagi informasi tentang serba serbi masalah stunting di Indonesia yang tentunya wajib diketahui oleh sahabat pembaca sekalian.

Apa Itu Stunting? Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dan mengakibatkan  terhambatnya pertumbuhan. (Sumber: Wikipedia dan MCA-Indonesia).

Kasus stunting di Indonesia sendiri sangatlah tinggi, maka tahukah Anda bila ternyata masalah ini dikarenakan Indonesia saat ini termasuk negara yang tergolong memiliki faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting di suatu daerah, dimana enurut UNICEF (1998), pertumbuhan dipengaruhi oleh sebab langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung diantaranya adalah asupan makanan dan keadaan kesehatan, sedangkan penyebab tidak langsung meliputi ketersediaan dan pola konsumsi rumah tangga, pola pengasuhan anak, sanitasi lingkungan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Faktor-faktor tersebut ditentukan oleh sumber daya manusia, eknonomi dan organisasi melalui faktor pendidikan.

Sementara itu, Tuft (2001) dalam The World Bank (2007) stunting disebabkan oleh tiga faktor yaitu faktor individu yang meliputi asupan makanan, berat badan lahir, dan keadaan kesehatan; faktor rumah tangga yang meliputi kualitas dan kuantitas makanan, sumber daya, jumlah dan struktur keluarga, pola asuh, perawatan kesehatan, dan pelayanan; serta faktor lingkungan yang meliputi infrastruktur sosial ekonomi, layanan pendidikan dan layanan kesehatan.

Lantas, bagaimana mengatasi masalah stunting? Tak semudah yang dibayangkan, pasalnya stunting merupakan dampak dari kekurangan gizi yang cukup panjang. Oleh sebab itu, usaha yang paling tepat untuk mengatasi masalah stunting adalah dengan melakukan pencegahan sedini mungkin, diantaranya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dan asupan gizi yang seimbang pada ibu pada masa kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Stunting di awal kehidupan akan berdampak buruk pada kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika dewasa.

Nah, dari penjelasan di atas kamu mengerti kan apa dan bagaimana bahaya stunting itu? Oleh sebab itu, kami mengajak pembaca sekalian untuk juga ikut berpartisipasi membagikan informasi ini, sebagai upaya gerakan masyarakat hidup sehat untuk mengedukasi dan mencegah stunting di Indonesia.

1 comments so far

mantap artikenya yukk, kita promosi terus dan sebar bahaya dari stunting... demi anak cucu kita nanti...

Hayo, mau komen apa coba?

Link aktif akan langsung ditandai sebagai spam, sebagai alternatif bisa pilih comment as menggunakan Nama/URL ya :)
EmoticonEmoticon